Minggu, 31 Mei 2009

KBK FK UNJA


Perubahan kurikulum Fakultas Kedokteran di Indonesia khususnya di UNJA mengarahkan terciptanya lulusan dokter yang benar-benar memiliki kompetensi standar yang dipersyaratkan dan bukan sekedar gelar dokter tanpa ketrampilan atau kompetensi. Harapan ini terasa tidak muluk-muluk manakala kita mencermati perkembangan pelayanan kesehatan di masyarakat sekarang lebih cenderung menekankan kompetensi dan bukan gelar. Sebagai bukti dapat dilihat pada tataran masyarakat yang memandang indikator sembuh sebagai output dan bukannya proses yang dilakukan, sehingga makin berkembang pengobatan alternatif yang cenderung tidak rasional tetapi menjadi primadona masyarakat.

Menyesuaikan dengan tuntutan tersebut maka institusi pendidikan yang mencetak tenaga profesional perlu berbenah dengan menyiapkan lulusannya siap dan mampu kompetensi.
Langkah tersebut telah dimulai beberapa tahun oleh FK UNJA dengan pembuatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya dengan memperluas kerjasama akademis dengan praktisi kesehatan. Salah satu yang masih baru adalah Field Lab. Satu pengembangan metode pembelajaran untuk memperoleh kompetensi melalui PBL (Problem Based Learning) dan menajamkan pengenalan akan kompetensi seoran dokter dengan terjun langsung ke institusi pelayanan kesehatan untuk menyelaraskan ilmu teori dengan praktek para praktisi sehinga ke depan benar-benar siap menyediakan profesionalisme yang dibutuhkan.

Semoga harapan Anda dan kita semua dapat terwujud. Semua upaya selalu harus diawali dengan niat yang kuat serta kerja keras. Bravo Fakultas Kedokteran UNJA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar